EFEKTIVITAS CLITORIA TERNATEA L. (BUNGA TELANG) TERHADAP KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI
Main Article Content
Abstract
Dismenore merupakan masalah reproduksi yang sangat umum pada remaja putri, dengan angka kejadian di Indonesia mencapai 91,27%. Kondisi ini terjadi karena kontraksi otot rahim yang kuat akibat produksi prostaglandin berlebih, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan medis biasanya menggunakan obat NSAIDs, tetapi penggunaan jangka panjang bisa menimbulkan efek samping. Karena itu, dibutuhkan alternatif nonfarmakologis seperti bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang kaya akan flavonoid, saponin, dan terpenoid. Luteolin dalam bunga telang diketahui dapat menekan produksi prostaglandin dengan menghambat enzim COX-2. Penelitian ini menguji bunga telang sebagai terapi tunggal dengan dosis 2 gram untuk solusi mandiri yang praktis bagi remaja. Tujuan penelitian adalah mengetahui efektivitas seduhan bunga telang (Clitoria ternatea L.) dalam menurunkan tingkat dismenore pada remaja putri di Desa Klodran. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan One Group Pretest-Posttest. Sebanyak 30 remaja putri di Desa Klodran, Colomadu, Karanganyar dipilih dengan teknik purposive sampling. Skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi berupa seduhan 2 gram bunga telang dalam 100 cc air mendidih, diminum dua kali sehari selama tiga hari pertama menstruasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor nyeri sebelum intervensi adalah 5,85 (nyeri sedang). Setelah seduhan bunga telang diberikan, rata-rata skor nyeri turun secara signifikan menjadi 2,51 (nyeri ringan) dengan p-value 0,000 (p < 0,05). Ini menunjukkan perbedaan signifikan pada tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulannya, seduhan bunga telang dosis 2 gram efektif menurunkan tingkat dismenore pada remaja putri. Temuan ini mendukung penggunaan bunga telang sebagai terapi komplementer mandiri yang aman, alami, dan ekonomis untuk mengatasi nyeri haid dalam praktik kebidanan.
Kata kunci: bunga telang; clitoria ternatea l; dismenore; remaja putri
Dysmenorrhea is a common reproductive health problem among adolescent girls, with a prevalence of 91.27% in Indonesia. It is mainly caused by strong uterine muscle contractions due to high prostaglandin levels, which often interfere with daily life. The usual treatment is nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), but long-term use can lead to side effects. Because of this, there is a need for safe and practical non-drug alternatives. Butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) contains flavonoids, saponins, and terpenoids. Luteolin, one of its compounds, can reduce prostaglandin production by inhibiting cyclooxygenase 2 (COX 2). This study examined the effectiveness of a 2-gram dose of butterfly pea flower as a self-care option for adolescents. The goal was to see if butterfly pea flower infusion could lower the intensity of dysmenorrhea in adolescent girls in Klodran Village. The study used a quasi-experimental, one-group pretest posttest design. Thirty adolescent girls were chosen through purposive sampling. Pain levels were measured with the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. The intervention involved drinking a 2 gram butterfly pea flower infusion in 100 ml of boiling water, twice daily for the first 3 days of menstruation. The Wilcoxon test was used to analyze the data. The average pain score before the intervention was 5.85 (moderate pain), which dropped to 2.51 (mild pain) after the intervention (p = 0.000, p < 0.05). These results show a significant decrease in dysmenorrhea intensity after the intervention. In conclusion, a 2 gram butterfly pea flower infusion is effective in reducing dysmenorrhea and could be a safe, natural, and affordable complementary therapy in midwifery practice.
Keywords: adolescent girls; butterfly pea flower; clitoria ternatea l; dysmenorrhea
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
The copyright of the received article shall be assigned to the journal as the publisher of the journal. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the publishing rights to the published articles. Authors are permitted to disseminate published articles by sharing the link/DOI of the article at the journal. Authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from the journal with an acknowledgment of initial publication to this journal.