PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI

Main Article Content

Sri Aminingsih
Tunjung Sri Yulianti
Warsini

Abstract

Latar belakang: upaya meningkatkan produksi ASI adalah dengan meningkatkan hormon perangsang ASI yaitu hormon prolaktin dan oksitosin serta menurunkan faktor-faktor yang menghambat produksi ASI seperti stres. Beberapa studi menunjukkan bahwa pijat dapat meningkatkan kadar hormon oksitosin, prolaktin,dan menurunkan hormon kortisol. Salah satu zat gizi yang perlu diperhatikan oleh ibu menyusui adalah protein. Setiap 100 ml ASI mengandung 1,2 gram protein, sehingga selama menyusui ibu membutuhkan tambahan protein sebanyak 20 gram/hari. Meningkatnya kebutuhan protein ini untuk membentuk protein susu, sintesis hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Sumber protein nabati terbaik berasal dari sumber biji-bijian, seperti kacang tanah, kedelai, dan jagung. Dari interaksi yang dilakukan peneliti kepada salah satu ibu menyusui di kelurahan Mojosongo mengeluh produksi ASI yang sedikit dan tidak lancar sehingga menyebabkan payudara sakit dan bengkak. Hal tersebut juga mengakibatkan bayi kekurangan ASI sehingga bila terjadi terus menerus akan mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui. Subyek dan metode: penelitian ini merupakan penelitian pre post experimental control design untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui dengan cara membandingkan produksi ASI pada ibu sebelum dan sesudah mengkonsumsi susu kedelai. Hasil penelitian menunjukkan uji Mann-Whitney U diperoleh hasil mean pada kelompok kontrol yaitu kelompok tanpa intervensi adalah 14.67, sedangkan kelompok intervensi yaitu dengan pemberian susu kedelai selama 7 hari atau satu minggu adalah 16.33. Berdasarkan nilai perbedaan rata-rata (mean differences) adalah negatif yaitu -5.87  dapat diartikan bahwa hasil setelah diberi intervensi pemberian susu kedelai maupun tanpa intervensi dengan Asymp sig.(2-tailed) nilai p=0,557. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian susu kedelai tidak berpengaruh terhadap peningkatan produksi ASI pada Ibu menyusui.
 
Kata kunci: Peningkatan produksi ASI, Pemberian susu kedelai
 
Background: efforts to increase breast milk production are by increasing breast milk stimulating hormones, namely the hormones prolactin and oxytocin and reducing factors that inhibit milk production such as stress. Several studies show that massage can increase levels of the hormone oxytocin, prolactin, and decrease the hormone cortisol. One of the nutrients that breastfeeding mothers need to pay attention to is protein. Every 100 ml of breast milk contains 1.2 grams of protein, so during breastfeeding mothers need an additional 20 grams of protein per day. The increased need for this protein to form milk protein, synthesis of the hormone prolactin and the hormone oxytocin. The best sources of vegetable protein come from whole grains, such as peanuts, soybeans and corn. From the interactions that the researchers carried out with one of the breastfeeding mothers in the Mojosongo sub-district, they complained that their milk production was small and not smooth, causing sore and swollen breasts. This also causes the baby to lack breast milk so that if this happens continuously it will interfere with the baby's growth and development process. The aims of the study was to determine the effect of giving soy milk to increase milk production in nursing mothers. Subject and method: this research design is pre post experimental control design to know the effect of giving soy milk to increasing milk production in nursing mothers by comparing the production of breast milk in mothers before and after consuming soy milk. The result showed that after the Mann-Whitney U test, the mean in the control group, namely the group without intervention, was 14.67, while the intervention group, namely giving soy milk for 7 days or one week, was 16.33. Based on the value of the mean difference (mean differences) is negative, namely -5.87, it can be interpreted that the results after being given the intervention of giving soy milk or without intervention with Asymp sig. (2-tailed) value of p = 0.557. The Conclusion showed that there is no significant effect of giving soy milk to increase milk production in nursing mothers.
 
Keywords: child character, family environment

Article Details

Section
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan