EVALUASI PROGRAM BINA KELUARGA BALITA (BKB) DENGAN PERKEMBANGAN ANAK

Main Article Content

Riadini Wahyu Utami
Hananto Wibowo

Abstract

Latar belakang: setiap anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Perkembangan bersifat progresif, sistematis dan berkesinambungan. Hal-hal yang berkembang pada setiap individu adalah sama, namun terdapat perbedaan pada kecepatan perkembangan. Tumbuh kembang anak di Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian serius, angka keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan masih cukup tinggi yaitu sekitar 5?10% mengalami keterlambatan perkembangan umum. Dua dari 1.000 bayi mengalami gangguan perkembangan motorik dan 3 sampai 6 dari 1.000 bayi juga mengalami gangguan pendengaran serta satu dari 100 anak mempunyai kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara. Diperlukan pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan upaya yang optimal dari berbagai aspek sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang maksimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Metode penelitian studi kualitatif dilakukan kepada 8 orangtua yang memiliki balita, 1 penyelenggara dan 2 pelaksana program Bina Keluarga Balita pada November 2022-Februari 2023. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kerangka kerja RE-AIM. Hasil penelitian menunjukkan program Bina Keluarga Balita (BKB) adalah kegiatan yang dirancang guna pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur yang dilakukan oleh sejumlah kader. Keunggulan program ini adalah pelaksanaan yang dilakukan rutin setiap bulan untuk membina orangtua yang memiliki balita. Kelemahan penyelenggaraan BKB ini adalah bersamaan dengan kegiatan Posyandu Balita sehingga dinilai kurang optimal dalam memberikan stimulasi perkembangan pada balita. Kesimpulan penelitian ini adalah evaluasi yang dilakukan pada program Bina Keluarga Balita berhasil mengungkap kebutuhan orangtua akan informasi kesehatan anak. Keunggulan program ini mampu memfasilitasi orangtua dalam belajar mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak. Implikasi dari evaluasi ini adalah diperlukan perbaikan dalam penyelenggaraan program Bina Keluarga Balita berupa kerjasama lintas sektor dan pelatihan bagi pelaksana program guna penyelenggaraan Bina Keluarga Balita yang lebih baik.
 
Kata kunci: Evaluasi, Bina Keluarga Balita, Perkembangan Anak, RE-AIM
 
Background: every child grows and develops. Development is progressive, systematic and continuous. The things that develop in individual are the same, but there are differences in the speed of development. The growth and development of children in Indonesia still needs serious attention, the rate of growth and development delays is still quite high, around 5-10% experiencing general developmental delays. Two out of 1,000 babies experience motor development disorders and 3 to 6 out of 1,000 babies also experience hearing loss and one in 100 children has less intelligence and speech delays. Optimum knowledge, understanding, skills and efforts are needed from various aspects so that children can grow and develop optimally according to their potential.  The research method was qualitative study was conducted on 8 parents with toddlers, 1 organizer and 2 implementers of the Toddler Family Development program (BKB) in November 2022-February 2023. Data was collected by interview using the RE-AIM framework. The result showed that  Program Bina Keluarga Balita (BKB)/ Toddler Family Development Program is an activity designed to foster children's growth and development through proper parenting based on age groups carried out by cadres. The advantage of this program is that it is carried out routinely every month to foster parents who have toddlers. The weakness of this BKB implementation is that it coincides with Posyandu Balita so that it is considered less than optimal in providing stimulation for development in toddlers. Conclusion: The evaluation conducted on BKB Program a succeeded in uncovering parents' need for child health information. The advantage of this program is being able to facilitate parents in learning about the growth and development of children. The implication of this evaluation is that improvements are needed in the implementation of the Toddler Family Development program in the form of cross-sector collaboration and training for program implementers for better implementation of Bina Keluarga Balita.
 
Keywords: Evaluation, Toddler Family Development (BKB), Child Development, RE-AIM

Article Details

Section
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan