FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DESA MANTUYAN KECAMATAN HALONG

Main Article Content

Hilda Irianty
Agus Jalpi
Eka Vivi Lestari
Khairul Anam

Abstract

Latar belakang: pemanfaatan Posbindu Penyakit Tidak Menular di Desa Mantuyan masih sangat kurang. Jumlah kunjungan Posbindu penyakit tidak menular di tahun 2022 sebanyak 302 orang (40%). Sehingga sekitar 60% penduduk Desa Mantuyan belum memanfaatkan fasilitas Posbindu penyakit tidak menular. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular Desa Mantuyan Kecamatan Halong. Subyek dan metode: penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dan menggunakan uji chi-square. Sampel penelitian ini berjumlah 92 responden dengan teknik sampling Accidental Sampling. Hasil penelitian sebagian besar responden 57,6% tidak memanfaatkan Posbindu penyakit tidak menular, pengetahuan masyarakat maayoritas baik sebanyak (54,3%), sebagian besar sikap masyarakat positif sebanyak (59,8%) dan aksesbilitas masyarakat akan memanfaatkan Posbindu mayoritas jauh sebanyak (52,2%). Hasil analisis statistik disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,002), sikap (p= 0,026) dan aksesbilitas (p=0,041) dengan pemanfaatan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular.
 
Kata Kunci: aksesibilitas, pengetahuan, penyakit tidak menular, posbindu, sikap
 
Background: the use of non-infectious diseases in the village of Mantuyan is still very low.The number of visits after non-contagious diseases in 2022 was 302 people (40%).So about 60 percent of the village population have not been using the post-sensitive facilities for non-sensitive diseases. The purpose of this research is to identify and analyze factors related to the utilization of the united breeding post the disease does not infect the fishing village Halong obscenity. This method of research is categorical with the cross sectional approach and using the chi-square test. This research sample has a total of 92 responders with sampling accidental sampling techniques. Research results mostly responders 57.6 % do not utilize non-infected disease posbindu, good public knowledge (54.3 %), most of society's positive attitudes (59.8 %) and people's accessibility will take advantage of the vast majority ( 52.2 %). From the statistics concluded that a significant relation exists between variables knowledge (p=0,002)attitude (p= 0,026) and accessibility (p = 0,041 ) post integrated development in terms of non-infectious disease.
 
Keywords: attitude, accessibility, knowledge, non-infectious disease, posbindu

Article Details

Section
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan