EDUKASI TENTANG PENYAKIT SALURAN PERNAPASAN PADA KOMUNITAS PENGRAJIN SHUTTLECOCK DALAM UPAYA PENDAMPINGAN DAN PEMBINAAN POS UKK DI RT 01 RW 09 TIPES KOTA SURAKARTA
Main Article Content
Abstract
Gangguan saluran pernapasan merupakan salah satu masalah kesehatan yang berisiko dialami oleh pekerja sektor informal akibat paparan debu, bahan kimia, dan lingkungan kerja yang kurang memadai. Komunitas pengrajin shuttlecock merupakan kelompok pekerja yang berpotensi mengalami gangguan tersebut karena proses produksi menghasilkan debu bulu, serpihan bahan, serta penggunaan lem perekat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengrajin shuttlecock mengenai pencegahan gangguan saluran pernapasan melalui edukasi kesehatan dan pendampingan Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK). Kegiatan dilaksanakan di RT 01 RW 09 Kelurahan Tipes, Kota Surakarta dengan metode survei pendahuluan, penyuluhan interaktif, diskusi, dan pendampingan. Hasil survei awal menunjukkan bahwa 80% peserta telah bekerja lebih dari enam tahun, 60% bekerja lebih dari delapan jam per hari, 60% terpapar debu bulu selama proses produksi, dan 20% telah mengalami gejala gangguan saluran pernapasan bawah. Edukasi yang diberikan mencakup pengenalan sistem pernapasan, faktor risiko di lingkungan kerja, dampak paparan debu terhadap paru-paru, tanda dan gejala gangguan saluran pernapasan, serta upaya pencegahan melalui penggunaan alat pelindung diri, perbaikan ventilasi, dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan, aktif berdiskusi, serta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pencegahan gangguan saluran pernapasan di tempat kerja. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan perilaku pencegahan penyakit akibat kerja sekaligus memperkuat peran Pos UKK sebagai wadah pemberdayaan kesehatan kerja bagi pekerja sektor informal.
Kata kunci: edukasi kesehatan; gangguan saluran pernafasan; kesehatan kerja; pengrajin shuttlecock; pos ukk
Respiratory disorders are among the occupational health problems commonly experienced by informal sector workers due to prolonged exposure to dust, chemical substances, and inadequate working environments. Shuttlecock craftsmen are particularly vulnerable to these disorders because the production process generates feather dust, material particles, and adhesive fumes. This community service program aimed to improve the knowledge and awareness of shuttlecock craftsmen regarding the prevention of respiratory diseases through health education and assistance in strengthening the Occupational Health Post. The program was conducted at RT 01 RW 09, Tipes Village, Surakarta City, using a preliminary survey, interactive health education sessions, group discussions, and community assistance. The preliminary survey revealed that 80% of participants had been working for more than six years, 60% worked more than eight hours per day, 60% were exposed to feather dust during the production process, and 20% had experienced symptoms of lower respiratory tract disorders. The educational program covered the anatomy and function of the respiratory system, occupational risk factors, the effects of dust exposure on lung health, signs and symptoms of respiratory disorders, and preventive measures, including the proper use of personal protective equipment, improvement of workplace ventilation, and the adoption of clean and healthy lifestyle practices. Participants demonstrated high enthusiasm throughout the activity, actively engaged in discussions, and showed improved understanding of the importance of preventing occupational respiratory diseases. This community service program is expected to promote preventive health behaviors and strengthen the role of the Occupational Health Post (Pos UKK) as a community-based occupational health empowerment program for informal sector workers.
Keywords: health education; occupational health; Occupational Health Post (Pos UKK); respiratory disorders; shuttlecock craftsmen