EDUKASI ANTI-BULLYING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI AKSES LAYANAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI RUMAH SAKIT

Main Article Content

Risa Setia Ismandani
Rizki Aqsyari
Rudi Suryo Handoyo
Hendra Dwi Kurniawan

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang berdampak pada kesehatan mental remaja. Di sisi lain literasi mengenai layanan kesehatan mental di rumah sakit masih rendah sehingga remaja belum mengetahui kapan dan bagaimana memperoleh pertolongan profesional. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan remaja mengenai dampak bullying dan akses layanan kesehatan mental di rumah sakit melalui kegiatan edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di SMKN 1 Donorojo Pacitan pada Januari 2026 dengan melibatkan 30 siswa kelas XII. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan ice breaking. Evaluasi dilakukan melalui umpan balik peserta terhadap pemahaman materi, kesiapan mengenali masalah kesehatan mental, pentingnya pencegahan bullying, dan pemahaman mengenai alur layanan kesehatan mental di rumah sakit. Kegiatan pengabdian masyarakat diperoleh  88% peserta menyatakan materi mudah dipahami, 75% merasa lebih siap mengenali tanda-tanda masalah kesehatan mental akibat bullying, 90% menyatakan pencegahan bullying sangat penting, dan 60% memahami alur pemanfaatan layanan kesehatan mental di rumah sakit. Dapat disimpulkan bahwa edukasi anti-bullying efektif meningkatkan literasi kesehatan mental remaja serta pemahaman mengenai akses layanan kesehatan mental di rumah sakit. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan.


Kata kunci: bullying; kesehatan mental; literasi; remaja; rumah sakit


Bullying is one of the major issues affecting adolescents' mental health. At the same time, adolescents' literacy regarding hospital-based mental health services remains limited, resulting in insufficient knowledge about when and how to seek professional help. This community service program aimed to improve adolescents' knowledge of the impacts of bullying and access to hospital-based mental health services through educational interventions. The community service program was conducted at SMKN 1 Donorojo Pacitan, Indonesia, in January 2026 and involved 30 twelfth-grade students. The intervention consisted of interactive lectures, group discussions, question-and-answer sessions, and ice-breaking activities. Program evaluation was carried out using participant feedback to assess their understanding of the educational materials, readiness to recognize mental health problems, awareness of the importance of bullying prevention, and understanding of the referral pathway to hospital-based mental health services. Result of the activity were obtained 88% of participants reported that the educational materials were easy to understand, 75% felt better prepared to recognize signs of mental health problems associated with bullying, 90% acknowledged the importance of bullying prevention, and 60% understood how to access hospital-based mental health services. It can be concluded that anti-bullying education effectively improved adolescents' mental health literacy and enhanced their understanding of access to hospital-based mental health services. Similar educational programs should be implemented continuously through collaboration between educational institutions and healthcare facilities.


Keywords: adolescents; bullying; hospitals; mental health; mental health literacy

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Artikel