OPTIMALISASI LITERASI INFORMASI KESEHATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA POJOK KECAMATAN TAWANGSARI

Main Article Content

Risa Setia Ismandani
Yovita Prabawati Tirta Dharma
Hendra Dwi Kurniawan
Yulia Leemanza

Abstract

Penyakit tidak menular masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia. Penyakit tidak menular merupakan isu genting yang menyumbang angka kematian secara global (77%), regional (Asia Tenggara) maupun nasional. Perlu diketahui bahwa PMT sebagian besar bersifat kronis dan memerlukan pengobatan jangka panjang.  Hal ini menjadi perhatian penting bagi semua pihak untuk bisa berkontribusi dalam menangangi masalah PTM di masyarakat. Berdasarkan data Puskesmas Tawangsari sebagian masyarakat desa Pojok khususnya RW 06 masih banyak yang terdiagnosis mengalami penyakit degeneratif seperti diabetes melitus (2,8%) dan hipertensi (20%). Pihak Puskesmas sudah berupaya melakukan penyuluhan-penyuluhan kesehatan namun sampai saat ini belum terlihat hasil yang memuaskan dari upaya tersebut. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, serta demonstrasi. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, serta pemberdayaan masyarakat khususnya kader kesehatan dan ketua PKK sebagai penggerak kegiatan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 11-28 Juni 2025 di RW 06 Dusun  Jetis Desa Pojok Tawangsari. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, aktivitas fisik (senam) serta pemberdayaan kader kesehatan. Kegiatan berjalan dengan lancar dan masyarakat antusias dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Pojok meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit tidak menular melalui optimalisasi literasi informasi kesehatan.


Kata kunci: informasi kesehatan, penyakit tidak menular, pencegahan, penyuluhan, pemberdayaan


Non-communicable diseases (NCDs) remain a major health issue in Indonesia. NCDs are a critical global health concern, accounting for approximately 77% of deaths worldwide, both regionally (in Southeast Asia) and nationally. It is important to note that most NCDs are chronic and require long-term treatment. This situation calls for serious attention and collaboration from all sectors to contribute to addressing NCD problems within communities. Based on data from the Tawangsari Community Health Center (Puskesmas), many residents of Pojok Village still suffer from degenerative diseases such as diabetes mellitus and hypertension. Although the health center has made various efforts through health education programs, the outcomes have not yet shown significant improvement. The methods used were lectures, question and answer sessions, and demonstrations. The activities were conducted in the form of helath education and community empowerment, particulary involving health cadres and PKK leaders as drivers of the activities. The community service activities were carried out from June 11–28, 2025, in RW 06, Jetis Hamlet, Pojok Village, Tawangsari Sub-district. The activities consisted of health education sessions, physical activities (exercise), and empowerment of community health cadres. The program ran smoothly, and the community showed high enthusiasm and participation. Health education and community empowerment activities in Pojok Village improved public knowledge and awareness in preventing non-communicable diseases through the optimization of health information literacy.


Keywords: empowerment, health education, health information, non-communicable diseases, prevention

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Artikel