PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PELAKSANAAN AKUPRESURE MANDIRI UNTUK MENGENDALIKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS
Main Article Content
Abstract
Peningkatan kasus Diabetes Melitus (DM) dapat mempengaruhi produktivitas dan ancaman kesehatan bagi masyarakat. Dampak kesehatan yang muncul pada pasien DM dapat berupa gangguan sistem saraf, pembuluh darah, sistem organ terkait dan fungsi motorik sensorik. Penatalaksanaan pengendalian kadar glukosa pada pasien DM terus dikembangkan, sampai dengan pemanfaatan terapi komplementer alternatif berupa terapi akupresure. Tujuan kegiatan pengabdian dapat membantu pasien DM mengendalikan kadar glukosa dan mengurangi keluhan yang muncul. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Desa Lodtunduh Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar, Bali pada bulan Juni-November tahun 2025 dengan melibatkan 34 orang pasien DM. Kegiatan diawali dengan penyuluhan pengendalian kadar glukosa dilanjutkan dengan pemberian turorial dan pendampingan pemanfaatan akupresure sesuai dengan keluhan pasien DM. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat setelah dilakukan selama 5 bulan didapatkan gambaran pasien DM yang hadir dalam kegiatan pengabdian masyarakat sebanyak 5,89% kadar glukosa tidak terkendali. Gambaran perilaku pasien DM dapat melakukan akupresure secara mandiri pada titik ST 36 Zusanli, KI 3 Taixi, dan SP 6 Sanyinjiao. Mitra pengabdi antusias mengikuti pelaksanaan pengabdian masyarakat, pengetahuan mitra meingkat terkait pengendalian kadar glukosa, dan mampu melakukan akupresure secara mandiri. Pelaksanaan akupresure mandiri dapat digunakan untuk mengendalikan kadar glukosa darah puasa pada pasien DM.
Kata kunci: akupresure, diabetes melitus, kadar glukosa terkendali
The increase in Diabetes Mellitus (DM) cases can affect productivity and pose a health threat to the community. The health impacts that arise in DM patients can include nervous system disorders, blood vessel issues, related organ system problems, and sensory-motor function impairments. The management of glucose control in DM patients continues to be developed, including the use of alternative complementary therapies such as acupressure therapy. The purpose of this community service activity is to help DM patients control their glucose levels and reduce arising complaints. The activities were carried out in Lodtunduh Village, Ubud District, Gianyar Regency, Bali from June to November 2025, involving 34 DM patients. The activities began with education on glucose control, followed by tutorials and guidance on the use of acupressure according to the patients' complaints. The results of the community service activities after being carried out for 5 months showed that among DM patients who attended the community service activities, 5.89% had uncontrolled glucose levels. The behavior of DM patients indicated that they were able to perform acupressure independently on points ST 36 Zusanli, KI 3 Taixi, and SP 6 Sanyinjiao. The community service partners were enthusiastic in participating, their knowledge regarding glucose control increased, and they were able to perform acupressure independently. Independent acupressure implementation can be used to control fasting blood glucose levels in DM patients.
Keywords: acupressure, controlled glucose levels, diabetes mellitus