PENDAMPINGAN KESEHATAN PADA BALITA STUNTING DAN EDUKASI TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN
Main Article Content
Abstract
Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (terhitung sejak kehamilan hingga usia dua tahun). Prevalensi angka keadian stunting di Indonesia tercatat 19,8% pada 2024. Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan dengan standar usianya, yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif, serta meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang. Penyebab utama stunting meliputi kurangnya asupan gizi yang memadai, sanitasi yang buruk, infeksi berulang, dan faktor sosial ekonomi yang rendah. Pengabdian ini bertujuan Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pola makan dan pola asuh yang sehat dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah ceramah dan tanya jawab. Metode ceramah bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan balita stunting. Metode tanya jawab bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta edukasi jika masih terdapat hal-hal yang belum dimengerti tentang materi yang disampaikan. Hasil dari pengabdian ini meningkatkan pengetahun masyarakat tertutama orang tua tentang pemenuhan gizi pada balita stunting. Data dari wilayah Kecamatan Kalisat desa Glagah weroh tahun 2025 sebanyak 122 balita, 11 diantaranya mengalami Stunting Setelah dilakukan penyuluhan dan pendampingan pemberian makanan tambahan pada balita didapatkan jumlah balita dengan berat badan naik 9 balita, tetap 3 balita.. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi melalui pendekatan edukatif dan pemberian makanan tambahan secara langsung memberikan dampak positif terhadap status gizi baik pada balita. Pendekatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting.
Kata kunci: kekurangan gizi, masalah gizi anak, pendampingan gizi, pertumbuhan anak, stunting
Stunting is a condition of impaired growth in children caused by chronic malnutrition, particularly during the first 1,000 days of life (from pregnancy until the age of two years). The prevalence of stunting in Indonesia was recorded at 19.8% in 2024. Children who experience stunting have a height lower than the standard for their age, which can affect physical and cognitive development and increase the risk of long-term health problems. The main causes of stunting include inadequate nutritional intake, poor sanitation, recurrent infections, and low socioeconomic factors. This community service activity aims to increase public knowledge about healthy dietary patterns, proper parenting practices, and regular monitoring of toddlers’ growth and development. The methods used in this community service activity were lectures and question-and-answer sessions. The lecture method aimed to provide knowledge about the importance of health in stunted toddlers, while the question-and-answer method provided participants with the opportunity to clarify any aspects of the material that were not fully understood. The results of this community service activity showed an increase in community knowledge, especially among parents, regarding nutritional fulfillment for stunted toddlers. Data from the Kalisat District, Glagah Weroh Village, in 2025 showed that out of 122 toddlers, 11 experienced stunting. After counseling and assistance with the provision of supplementary food, it was found that 9 toddlers experienced weight gain, while 3 toddlers showed no change. These results indicate that interventions through educational approaches and direct supplementary feeding have a positive impact on the nutritional status of toddlers. This approach also successfully increased community awareness of the importance of balanced nutrition in preventing stunting.
Keywords: child growth, child nutrition, nutritional assistance, problems malnutrition, stunting