MENGENAL PERTOLONGAN PERTAMA PADA PASIEN HENTI NAFAS DAN HENTI JANTUNG
Main Article Content
Abstract
Kondisi henti napas dan henti jantung merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan tindakan segera berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk meningkatkan peluang keselamatan. Edukasi pertolongan pertama kepada remaja, khususnya siswa sekolah menengah pertama (SMP), merupakan strategi preventif yang penting dalam menciptakan komunitas yang tanggap darurat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait penanganan henti napas dan henti jantung melalui pemberian materi, media visual, video animasi, serta praktik langsung teknik RJP. Kegiatan ini diikuti oleh 70 siswa kelas 7 dan kelas 8 SMP Warga Surakarta, metode yang digunakan adalah dengan ceramah diskusi dan demonstrasi. Acara diawali dengan sambutan dari pihak sekolah, dilanjutkan penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi oleh pemateri, dan praktik oleh siswa secara bergantian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa, antusiasme tinggi, serta keterlibatan aktif dalam diskusi dan praktik. Faktor pendukung utama meliputi dukungan sekolah dan semangat siswa, sementara kendala yang dihadapi berupa keterbatasan alat praktik dan waktu. Kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa usia SMP mampu menerima dan menerapkan pengetahuan dasar pertolongan pertama dengan baik. Kerja sama antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah terbukti efektif dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat.
Kata kunci: edukasi, henti jantung; henti nafas; pengabdian masyarakat, pertolongan pertama; Resusitasi Jantung Paru (RJP); siswa SMP
Respiratory and cardiac arrest are medical emergencies that can occur at any time and require immediate action in the form of Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) to increase the chances of survival. Providing first aid education to adolescents, particularly junior high school students, is a crucial preventive strategy in building an emergency-aware community. This community service activity aimed to improve students' knowledge and skills in handling respiratory and cardiac arrest through structured materials, visual media, animated videos, and hands-on CPR practice. The activity was attended by 70 students from 7th and 8th grades of SMP Warga Surakarta. The event began with a welcome speech from the school, followed by an interactive presentation, a demonstration by the instructors, and hands-on practice by the students. The results indicated a significant improvement in students' understanding, high enthusiasm, and active engagement in both discussions and practice sessions. Supporting factors included strong school support and student motivation, while challenges encountered involved limited equipment and time constraints. The activity demonstrated that junior high school students are capable of understanding and applying basic first aid knowledge effectively. Collaboration between higher education institutions and secondary schools proves to be an effective approach in supporting health promotion and prevention efforts within the community.
Keywords: cardiac arrest; Cardiopulmonary Resuscitation (CPR); community service; first aid; health education; Junior High School Students; respiratory arrest