Proceeding Kosala https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Proceeding ini adalah penyebaran informasi terkait kesehatan dan keperawatan. Cakupan proceeding ini meliputi studi klinis keperawatan, penelitian, tinjauan pustaka, pendidikan keperawatan, dan komunitas keperawatan. Pengetahuan yang tercakup meliputi keperawatan dasar, keperawatan anak, keperawatan medis bedah, keperawatan maternitas, keperawatan gawat darurat, keperawatan kesehatan mental, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, dan perawatan geriatri. Jurnal ini</span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> ju</span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">ga</span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> memuat artikel terkait penguatan sistem pelayanan kesehatan yang meliputi tenaga kesehatan, perilaku kesehatan, dan kebijakan kesehatan. Kami menerima surat dan komentar dari artikel yang telah diterbitkan. Semua kontribusi yang dikirimkan akan melalui proses peninjauan sesuai dengan kriteria standar. Kami menerima artikel dalam bahasa Indonesia.</span></p> id-ID <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">The copyright of the received article shall be assigned to the proceeding as the publisher of the proceeding. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The proceeding maintains the publishing rights to the published articles. Authors are permitted to disseminate published articles by sharing the link/DOI of the article at the proceeding. Authors are permitted to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from the proceeding with an acknowledgment of initial publication to this proceeding.</span></span></p> lppmpankos@gmail.com (Warsini) lppmpankos@gmail.com (Widy) Thu, 01 Oct 2026 09:16:30 +0000 OJS 3.3.0.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Edukasi Gizi Digital Berbasis Komunitas pada 1000 Hari Pertama Kehidupan: Systematic Review https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/477 <p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong>Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase kritis yang menentukan kesehatan dan perkembangan anak jangka panjang. Keterbatasan metode penyuluhan konvensional memicu perlunya inovasi melalui integrasi teknologi kesehatan digital (<em>mobile health</em>/mHealth). Namun, intervensi digital membutuhkan modal sosial berupa dukungan komunitas agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, tantangan, dan integrasi edukasi gizi digital berbasis komunitas selama periode 1.000 HPK. <strong><em>Metode:</em></strong> <em>Penelitian ini merupakan systematic review. Basis data yang digunakan dalam pencarian literatur adalah Sage Journal, Science Direct dan Proquest dengan jurnal yang terpublikasi dari tahun 2022-2026. Seleksi kriteria menggunakan panduan PRISMA. </em><strong><em>Hasil:</em></strong><em> Intervensi mHealth efektif meningkatkan kunjungan antenatal sebesar 19,35%, memperbaiki keragaman (MDD) dan penerimaan makanan minimum (MAD) anak, serta meningkatkan efikasi diri pengasuhan orang tua. Integrasi platform digital terbukti memperkuat pengetahuan, sikap, dan keterampilan praktis kader kesehatan dalam konseling gizi secara real-time. Meski demikian, tantangan teknis, rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur daerah terpencil, dan retensi pengguna masih menjadi hambatan utama. </em><strong><em>Saran:</em></strong><em> Pengembang teknologi dan pembuat kebijakan perlu merancang aplikasi gizi digital yang berpusat pada pengguna, minim kendala teknis, serta mengintegrasikan peran aktif ayah demi keberlanjutan program.</em></p> Siti Hardiyanti, Dwi Yuniar Ramadhani, Hermanto Wijaya, Mahmudin Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/477 Thu, 01 Oct 2026 00:00:00 +0000 Determinan Loyalitas Masyarakat Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pada Fasilitas Kesehatan https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/481 <p><strong><em>Latar Belakang:</em></strong> <em><span style="font-weight: 400;">Persaingan antar fasilitas kesehatan menuntut peningkatan kualitas layanan, lokasi strategis, dan fasilitas yang memadai untuk menumbuhkan loyalitas masyarakat. Loyalitas ini sangat penting untuk mendorong kunjungan berulang ke layanan kesehatan. Penelitian ini adalah faktor-faktor kunci yang memengaruhi loyalitas masyarakat, seperti layanan, lokasi, dan fasilitas, serta pengaruhnya terhadap kunjungan kembali ke fasilitas kesehatan tersebut. </span></em><strong><em>Metode:</em></strong><em><span style="font-weight: 400;"> kuantitatif analitik korelasional dengan desain case-control. Teknik pengambilan sampel consecutive sampling sebanyak 114 orang, dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data mencakup analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik. </span></em><strong><em>Hasil:</em></strong> <em><span style="font-weight: 400;">Analisis bivariat menunjukkan bahwa pelayanan (p=0,002), lokasi (p=0,012), dan fasilitas (p=0,022) berpengaruh signifikan terhadap minat kunjungan ulang. Namun, pada analisis multivariat, hanya pelayanan (p=0,002) dan lokasi (p=0,049) yang terbukti berpengaruh signifikan, sedangkan fasilitas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p=0,203). </span></em><strong><em>Saran: </em></strong><em><span style="font-weight: 400;">Pelayanan dan lokasi merupakan determinan utama yang memengaruhi minat kunjungan ulang pasien. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan akses lokasi perlu menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan loyalitas masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.</span></em></p> Daniel Widura, Warsini Warsini, Ratna Indriati, Tri Yahya Christina Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/481 Thu, 01 Oct 2026 00:00:00 +0000 Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan dengan Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit X https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/482 <p><strong><em>Latar Belakang: &nbsp;</em></strong>Rumah sakit merupakan organisasi kompleks yang menuntut peran penting perawat dalam pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja perawat adalah gaya kepemimpinan kepala ruang. Gaya kepemimpinan yang efektif dapat meningkatkan kepuasan kerja dan kualitas pelayanan keperawatan.</p> <p><strong><em>Metode:</em></strong><em> &nbsp;</em>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik melalui pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah tenaga kesehatan di RUMAH SAKIT X dengan sampel sebanyak 100 responden, menggunakan teknik simple random sampling dan analisis uji chi square.</p> <p><strong><em>Hasil:</em></strong> Hasil uji <em>chi-square</em> menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan dengan kepuasan kerja perawat (p=0,835).</p> <p><strong><em>Saran:</em></strong><em>&nbsp;</em>Pihak manajemen Rumah Sakit X diharapkan dapat meningkatkan penerapan gaya kepemimpinan yang efektif untuk meningkatkan kepuasan kerja perawat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kajian literatur yang bermanfaat dalam bidang manajemen keperawatan. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan referensi dengan menambahkan faktor lain yang dapat memengaruhi kepuasan kerja perawat.</p> Anastasya Vresita Anggita Putri, Yovita Prabawati Tirta Dharma, Tunjung Sri Yulianti, Tri Yahya Christina Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/482 Thu, 01 Oct 2026 00:00:00 +0000 Implementasi Standar Akreditasi Terhadap Patient Experience https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/483 <p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong><em>Selama ini pengukuran kepuasan pasien selalu menjadi alternatif utama dalam melakukan pengukuran tehadap mutu atau kualitas pelayanan.</em> <em>Masalahnya, hasil dari survey kepuasan pasien tersebut kebanyakan hanya berupa data kuantitatif, yang kurang mampu mengurai fakta dari masalah pelayanan yang terjadi di rumah sakit.</em><em> Pengukuran p</em><em>engalaman</em> <em>pasien</em><em> (Patient Experience) dinilai</em><em> lebih efektif sebagai indikator kualitas pelayanan.</em><em> Pengalaman pasien merupakan salah satu aspek yang sangat berpengaruh pada penilaian dan capaian akreditasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan standar akreditasi terhadap patient experience</em></p> <p><strong><em>Metode:</em></strong><em> </em><em>Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Informan pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan dengan menggunakan purposive sampling. Lokasi</em></p> <p><em> Penelitian ini yaitu RS Ortopedi Prof Soeharso Surakarta.</em></p> <p><strong><em>Hasil:</em></strong> <em>Hasil penelitian yang telah dilakukan menemukan bahwa standar hak pasien dan keluarga telah terimplementasi dengan baik, standar akses dan kesinambungan pelayanan telah terimplementasi cukup baik dan standar komunikasi dan edukasi telah terimplementasi baik. Pengalaman yang dirasakan oleh pasien. secara umum yaitu meliputi </em><em>profesionalitas dalam pelayanan baik dari sumber daya manusia dan prosedur pelayanannya, Lingkungan serta fasilitas lengkap yang menunjang pelayanan, dan akses pelayanan</em><em>.</em></p> <p><strong><em>Saran:</em></strong><em> Rumah sakit disarankan menyediakan staf pendamping khusus bagi pasien rujukan luar daerah untuk mempermudah administrasi, navigasi layanan, dan meningkatkan pengalaman pasien.</em></p> <p> </p> Agustina Pujilestari, Joko Kismanto, Nella Tri Surya Agnes, Prawistya Sari Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/483 Thu, 01 Oct 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Sikap dan Motivasi Terhadap Kepatuhan Tenaga Kesehatan dalam Membuang Limbah Medis Padat sesuai dengan Klasifikasinya di Rumah Sakit X https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/484 <p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong><em>Limbah medis padat berisiko tinggi terhadap kesehatan dan lingkungan. Meskipun fasilitas dan prosedur telah tersedia, kepatuhan tenaga kesehatan dalam pembuangan limbah sesuai klasifikasinya masih rendah. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh sikap dan motivasi terhadap kepatuhan tenaga kesehatan penting dilakukan untuk mendukung pengelolaan limbah rumah sakit yang berkelanjutan.</em></p> <p><strong><em>Metode:</em></strong><em> Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subyek Penelitian: Penelitian ini melibatkan 209 responden dari berbagai unit kerja yang berpotensi membuang limbah medis padat. Sampel ditentukan berdasarkan Simple Random Sampling.</em></p> <p><strong><em>Hasil:</em></strong><em> Analisis univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki sikap baik (61,2%), motivasi tinggi (59,8%), dan tingkat kepatuhan yang baik/patuh (71,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap (p=0,004; OR=2,572) dan motivasi (p=0,000; OR=3,491) terhadap kepatuhan. Namun, hasil analisis multivariat menegaskan bahwa motivasi merupakan variabel paling dominan yang memengaruhi kepatuhan (p=0,010; OR=3,567), sedangkan variabel sikap tidak menunjukkan pengaruh nyata secara simultan (p=0,955).</em></p> <p><strong><em>Saran:</em></strong><em> Manajemen Rumah Sakit X disarankan memprioritaskan strategi penguatan motivasi kerja pegawai dibandingkan sekadar edukasi kognitif. Hal ini dapat dicapai melalui penerapan sistem penghargaan (reward) dan sanksi (punishment) yang seimbang, penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan (CPD), serta optimalisasi peran audit internal sebagai sarana konsultasi berkala di lapangan.</em></p> Syifa Dias Fadhurrahman, Budi Kristanto, Ratna Indriati, Yovita Prabawati Tirta Dharma Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/484 Thu, 01 Oct 2026 00:00:00 +0000 Analisis Faktor Yang Memengaruhi Pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Di Pelayanan Kesehatan Pada Masyarakat https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/478 <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><strong><em>Latar Belakang:</em></strong> <em>Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu program strategis pemerintah Indonesia dalam upaya menjamin akses pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat pemanfaatan yang belum maksimal dapat mempengaruhi tingkat penggunaannya. </em><em>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pengaruh pemanfaatan jaminan kesehatan nasional (JKN) di pelayanan kesehatan pada masyarakat. </em><strong><em>Metode:</em></strong> <em>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adal ah seluruh warga Desa Getasan sebanyak 619 masyarakat yang kemudian dilakukan pengambilan sampel berdasarkan table krejcie and Morgan sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 95 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner</em><em>. </em><em>kemudian dilakukan analisa bivariat dengan uji chi square dan analisa multivariat dengan uji regresi logistik </em><strong><em>Hasil:</em></strong> <em>Analisis chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang secara statistik signifikan antara faktor pendapatan dengan pemanfaatan JKN (p = 0,210), faktor pendidikan dengan pemanfaatan JKN (p = 0,380), serta faktor pengetahuan dengan pemanfaatan JKN (p = 0,116). </em><strong><em>Saran: </em></strong><em>Tidak terdapat faktor yang paling dominan antara pengetahuan terhadap pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada masyarakat. Faktor pendapatan, pendidikan, dan pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada masyarakat Desa Getasan.</em></p> Whyeganiar Arda Maressha, Warsini Warsini, Diyono Diyono, Safaruddin Safaruddin Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/478 Thu, 01 Oct 2026 00:00:00 +0000 Analisis Kesiapan Rumah Sakit Dalam Implementasi Kelas Rawat Inap Standar di RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/485 <p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong>Pemerintah Indonesia mengimplementasikan kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) melalui Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 untuk menyetarakan layanan bagi peserta JKN. Sebagai rumah sakit swasta tipe B, RS Dr. OEN Kandang Sapi Solo perlu mengevaluasi kesiapan operasional dan fasilitasnya menghadapi transformasi sistem kelas perawatan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan rumah sakit dalam memenuhi 12 kriteria standar KRIS. <strong><em>Metode:</em></strong> Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 6 informan yang terdiri dari informan kunci (direksi), informan utama (kepala bidang/unit), dan informan pendukung (perawat). Teknik pendukung lainnya meliputi observasi fasilitas dan telaah dokumen internal rumah sakit. <strong><em>Hasil:</em></strong> RS Dr. OEN Kandang Sapi Solo secara umum berada pada kategori siap dalam mengimplementasikan KRIS. Sebagian besar dari 12 kriteria fisik telah terpenuhi, seperti pengaturan maksimal empat tempat tidur per kamar, ventilasi, pencahayaan, dan ketersediaan nurse call. Tantangan utama yang dihadapi meliputi penyesuaian kapasitas layanan akibat pengurangan jumlah tempat tidur, kebutuhan biaya pengadaan fasilitas teknis seperti gorden waterproof, serta ketidakjelasan regulasi tarif lanjutan dari pemerintah. <strong><em>Saran:</em></strong><em> </em>Manajemen disarankan untuk menyusun SOP internal khusus KRIS, mempertahankan kualitas sarana prasarana melalui pemeliharaan rutin, serta proaktif berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan terkait mekanisme pembiayaan guna menjaga stabilitas pelayanan selama masa transisi.</p> Chintya Christien, Anastasia Lina Dwi Nursanti, Diyono Diyono, Risa Setia Ismandani Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/485 Thu, 01 Oct 2026 00:00:00 +0000 Monitoring Penatalaksanaan Limbah Cair Infeksius Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi : Descriptive Study https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/486 <p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong><em>Pengelolaan limbah cair infeksius di rumah sakit merupakan aspek krusial dalam perlindungan kesehatan masyarakat dan lingkungan. Sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Tengah, RSUD Dr. Moewardi menghasilkan limbah cair infeksius dalam jumlah besar, sehingga memerlukan sistem pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan untuk mencegah pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit. </em><strong><em>Metode:</em></strong><em> Pe</em><em>nelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Instrumen penelitian berupa lembar observasi/checklist yang disusun berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP) rumah sakit serta wawancara singkat dengan petugas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tingkat kesesuaian penatalaksanaan limbah. </em><strong><em>Hasil:</em></strong><em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan limbah cair infeksius di RSUD Dr. Moewardi telah dilaksanakan sesuai standar dengan tingkat kepatuhan 100% pada aspek pengumpulan, pengelolaan, dan pengukuran. Sistem IPAL berfungsi optimal dan hasil pengukuran kualitas air limbah pada titik outlet secara umum telah memenuhi baku mutu lingkungan yang ditetapkan, meskipun sempat ditemukan fluktuasi beban pencemar pada bagian inlet. </em><strong><em>Saran:</em></strong><em> Disarankan bagi manajemen rumah sakit untuk mempertahankan kinerja IPAL melalui pemeliharaan rutin, melakukan pemutakhiran SOP secara berkala sesuai perkembangan regulasi, serta terus meningkatkan kompetensi dan kepatuhan petugas terhadap prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3).</em></p> Virginia Nugraheni, Tunjung Sri Yulianti, Sri Aminingsih, Tri Yahya Christina Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/486 Thu, 01 Oct 2026 00:00:00 +0000 Analisis Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap Kepatuhan Pengisian Dokumentasi Asuhan Keperawatan https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/487 <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p> </p> <p><strong><em>Latar Belakang:</em></strong> Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan komponen penting dalam pelayanan keperawatan yang berfungsi sebagai alat komunikasi, bukti legal, serta dasar peningkatan mutu pelayanan. Namun, masih ditemukan ketidaklengkapan dan ketidaksesuaian pengisian dokumentasi asuhan keperawatan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut adalah tingkat pengetahuan perawat. <strong><em>Metode:</em></strong><strong> P</strong>enelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 216 perawat di ruang rawat inap Flamboyan RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Sampel sebanyak 140 responden dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan kepatuhan pengisian dokumentasi asuhan keperawatan. <strong><em>Hasil: </em></strong>Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 71 responden (50,7%). Tingkat kepatuhan pengisian dokumentasi asuhan keperawatan kategori patuh sebanyak 92 responden (65,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dengan kepatuhan pengisian dokumentasi asuhan keperawatan dengan nilai p = 0,234. <strong><em>Saran:</em> </strong>Rumah sakit perlu tetap meningkatkan pengetahuan perawat melalui pelatihan, seminar, sosialisasi SOP, dan evaluasi dokumentasi secara berkala. Selain itu, perlu memperhatikan faktor lain seperti beban kerja, ketersediaan fasilitas, sistem dokumentasi, dan supervisi manajemen untuk meningkatkan kepatuhan dokumentasi asuhan keperawatan<strong>.</strong></p> Glorya Marcelita Angeline Putri, Hendra Dwi Kurniawan, Budi Kristanto, Risa Setia Ismandani Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/487 Sat, 03 Oct 2026 00:00:00 +0000 Analisis Motivasi Kerja, Beban Kerja, dan Masa Kerja terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/488 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Permasalahan kinerja menjadi pusat perhatian dalam bidang kesehatan, khususnya kinerja tenaga kesehatan. Faktor yang memengaruhi kinerja tenaga kesehatan umumnya adalah motivasi kerja, beban kerja, dan masa kerja. Motivasi kerja tinggi akan berpengaruh pada produktivitas. Namun semakin lama seseorang bekerja, motivasi kerja akan menurun karena tidak lagi menemukan tantangan dan mengalami kejenuhan. Pemberian beban kerja berlebihan menyebabkan kelelahan fisik, mental dan reaksi emosi. Dewasa ini, banyak ditemukan fenomena karyawan yang mengundurkan diri setelah belum lama bekerja. Di sisi lain, kinerja karyawan dipengaruhi tingkat pengalaman yang akan diperoleh ketika semakin lama bekerja. Maka optimalisasi motivasi kerja, beban kerja, dan masa kerja seseorang perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitasnya dalam bekerja. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik observasional melalui pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah tenaga kesehatan di RUMAH SAKIT Dr. OEN SOLO BARU dengan sampel sebanyak 213 responden, menggunakan teknik sampling stratified random sampling dan analisis bivariat uji chi square. <strong>Hasil:</strong> Hasil uji statistik chi square membuktikan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja (nilai p = 0,070), beban kerja (nilai p = 0,922), dan masa kerja (nilai p = 0,695) terhadap kinerja tenaga kesehatan. <strong>Saran:</strong> Pihak manajemen rumah sakit dapat meninjau kembali fasilitas, jaminan sosial bagi kesejahteraan karyawan, penjadwalan kerja, tugas dan wewenang karyawan, serta menyiapkan calon tenaga kesehatan baru. Dapat menjadi kajian literatur komprehensif dan berguna dalam bidang manajemen sumber daya manusia dan manajemen kinerja. Bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi kajian pustaka penelitian dan menganalisis lebih lanjut aspek lain yang dapat memengaruhi kinerja.</p> Jeffry Kristantyo Putro, Hendra Dwi Kurniawan, Sri Aminingsih, Risa Setia Ismandani Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/488 Thu, 01 Oct 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Akupunktur Terhadap Penurunan Nyeri Dan Kekambuhan Migrain: Meta Analisis https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/498 <p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong><em> </em><em>Penelitian sebelumnya telah menunjukkan efektivitas akupunktur dalam penanganan migrain. Terdapat keterbarasan penelitian yang menunjukkan estimasi efek akupuntur terhadap skala nyeri dan frekuensi migrain. </em><strong><em>Metode:</em></strong> <em>.</em> <em>Meta analisis menggunakan PRISMA dan PICOS. P: Penderita Migrain, I: Akupunktur, C: Non Akupunktur, O: Skala nyeri dan kekambuhan migrain, S: Randomized Control Trial terhadap tiga belas studi. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar yang diterbitkan pada periode 2015–2024. Proses seleksi data dilakukan menggunakan diagram alir PRISMA. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Review Manager (RevMan) versi 5.4.1. </em><strong><em>Hasil:</em></strong> <em>Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa terapi akupunktur secara signifikan menurunkan intensitas nyeri migrain dibandingkan dengan nonakupunktur (SMD = −1,05; IK 95% = −1,73 hingga −0,37; p = 0,002). Meskipun demikian, akupunktur cenderung menurunkan kekambuhan migrain (SMD = −0,83; IK 95% = −1,75 hingga 0,10; p = 0,08), tetapi perbedaan tersebut tidak mencapai signifikansi statistik</em>. <strong><em>Saran</em></strong><strong><em>:</em></strong> <em>Temuan penelitian ini memperkuat implikasi klinis akupunktur sebagai terapi komplementer dalam penatalaksanaan migrain. Meskipun demikian, tingginya heterogenitas antarstudi dan adanya potensi bias yang teridentifikasi mengharuskan interpretasi hasil dilakukan secara hati-hati. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan metodologi yang lebih kuat untuk memverifikasi efektivitas akupunktur pada pasien migrain.</em></p> Alwan Dhafi Umar Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/498 Thu, 01 Oct 2026 00:00:00 +0000 Efektivitas Akupuntur Terhadap Anxiety Pada Pasien Insomnia: Meta-Analisis https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/499 <p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong>Insomnia merupakan gangguan tidur yang umum terjadi dan sering disertai dengan gejala kecemasan (anxiety). Akupuntur telah banyak digunakan sebagai terapi komplementer untuk mengatasi insomnia dan gangguan psikologis yang menyertainya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efektivitas akupuntur terhadap kecemasan pada pasien insomnia<strong><em>. </em></strong><strong><em>Metode:</em></strong> Penelitian ini merupakan penelitian metaanalisis yang dilakukan dengan menggunakan model PICO. Population= Dewasa dengan Insomnia. Intervention= Akupunktur. Comparison= <em>Sham Acupuncture</em> (Akupunktur Plasebo) atau Monoterapi Obat Tidur Konvensiona<strong>l</strong>. Outcome= <em>Anxiety</em> (Kecemasan). Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar dengan kata kunci: (“<em>Acupuncture” AND “Anxiety” AND “Insomnia” AND “SAS(Self-Rating Anxiety Scale) “RCT(Randomized Controlled Trial)</em>”. Analisis statistik dilakukan menggunakan RevMan 5.4. <strong><em>Hasil: </em></strong>Sebanyak 6 RCT dengan total 480 pasien yang digunakan untuk meta-analisis. Terapi akupuntur terhadap kecamasan (Anxiety) sebesar (MD = -12.47; 95% CI: -19.42 – -5.51; Z = 3.51; p = 0.0004). Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa akupuntur secara signifikan efektif dalam menurunkan skor SAS dibandingkan kelompok kontrol/ Kelompok Pembanding (<em>Comparison</em>). <strong><em>Saran: </em></strong>Akupunktur memiliki efektivitas yang signifikan terhadap penurunan skala kecemasan sehingga dapat dipertimbangkan penggunaannya dalam terapi komplementer gangguan tidur atau insomnia.</p> Ahmad Daffa' Aushof Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/499 Thu, 01 Oct 2026 00:00:00 +0000 Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Sistem Rujukan Berjenjang Di Puskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/479 <p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong>Sistem rujukan berjenjang merupakan bagian penting dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk menjamin pelayanan kesehatan yang efisien dan tepat sasaran. Namun, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur rujukan masih menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai sistem rujukan berjenjang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain usia, pendidikan, pekerjaan, dan akses informasi. <strong><em>Metode Penelitian: </em></strong>Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025. Populasi penelitian adalah peserta JKN yang dirujuk dari Puskesmas Baki ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) periode Januari–Maret 2025. Sampel penelitian berjumlah 371 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. <strong><em>Hasil Penelitian: </em></strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, pekerjaan, dan akses informasi berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan masyarakat mengenai sistem rujukan berjenjang. Variabel pendidikan merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat dengan nilai OR sebesar 8,044 (95% CI: 3,878–16,683). Variabel usia menunjukkan hubungan yang signifikan pada analisis bivariat, namun tidak dapat dimasukkan ke dalam analisis multivariat karena terjadi complete separation pada model regresi logistik. <strong><em>Saran: </em></strong>Puskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo diharapkan dapat meningkatkan edukasi dan sosialisasi mengenai sistem rujukan berjenjang melalui berbagai media informasi dan komunikasi yang efektif. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan menambahkan variabel lain yang berpotensi mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat sehingga diperoleh hasil yang lebih komprehensif.</p> Andika Saputra Sianipar, Diyono Diyono, Tunjung Sri Yulianti, Rizki Aqsyari Hak Cipta (c) 2026 Proceeding Kosala http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/pk/article/view/479 Thu, 01 Oct 2026 00:00:00 +0000