https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/akj/issue/feed Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2024-01-31T03:26:14+00:00 Warsini lppmpankos@gmail.com Open Journal Systems <p>ABDIMAS KOSALA is a community service journal, a national periodical that contains articles related to community service activities. Through this publication, it is hoped that dissemination related to findings, innovations and the application of scientific science and technology in the health sector can be carried out in solving health problems in the community as part of active participation in improving public health status.<span style="font-size: 0.875rem;"> (See Focus and Scope). STIKES PANTI KOSALA Jalan Raya Solo - Baki Km. 4 Gedangan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah. Phone (0271) 6211313 Email: lppmpankos@gmail.com</span></p> https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/akj/article/view/299 PEMBERDAYAAN IBU-IBU PASCA DIRUMAHKAN DARI TEMPAT KERJA DENGAN BERWIRAUSAHA MANDIRI DI DESA KRECEK KECAMATAN DELANGGU KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH 2024-01-17T01:43:37+00:00 Wahyuni yunyskh@gmail.com Erika Dewi Noorratri yunyskh@gmail.com Aulia Uswatun Khasanah yunyskh@gmail.com Teguh Wiyono yunyskh@gmail.com <p>Pandemi COVID-19 selama 2 tahun mempunyai dampak ekonomi dan sosial dari dirumahkannya para pekerja industri menjadi serba tidak menentu, pekerjaan yang dilakukan ada yang kembali menjadi petani, buruh harian lepas, Karyawan yang dirumahkan menjadi kehilangan mata pencaharian yang juga berdampak pada pendapatan yang diterima. Dari segi pendapatan keuangan tidak stabil pasca di rumahkan, meskipun sebagian ada uang pesangon tetapi dalam memenuhi kebutuhan komsumsi. Pada awalnya sudah terbiasa dengan pemasukan yang pasti setiap bulannya menjadi tidak tetap dan serba tidak menentu, tetapi hal tersebut tidak membuat patah semangat bagi ibu-ibu yang tergabung dalam UMKM “SSG 117” karena sesudah tidak bekerja mereka mulai memikirkan bagaimana untuk tetap bertahan walaupun sistuasinya tidak menentu justru menjadi pemicu untuk berwirausaha mandiri dengan usaha aneka makanan Sosis, bakwan, risol, lumpya dan tahu sakura. Permasalahan tidak adanya Mesin Teknologi tepat guna yang menunjang produksi setiap harinya, sementara ini produksi dilakukan secara manual dan tradisonal, Tujuan program meningkatkan ketrampilan yang mendukung produktifitas serta dapat meningkatkan pendapatan UMKM “SSG 117” dan keluarganya serta masyarakat disekitarnya, diharapkan dengan program ini dalam skala Nasional akan meningkatkan pendapatan perkapita daerah. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini meliputi 1) Penerapan Teknologi Tepat Guna, 2) Pelatihan Pengemasan dan Pengepakan Produk berlabel 3) Pelatihan Manajemen Pemasaran secara online 4) Pelatihan Manajemen Keuangan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa sebagai dukungan program MBKM. Luaran yang diharapkan 1) Peningkatan Produksi sehingga dapat meningkatkan pendapatan 2) Produk memiliki kemasan terbaru dan berlabel 3) Peningkatan pengetahuan pemasaran online 4) Administrasi Keuangan menjadi baik 5) Publikasi pada Jurnal ABDIMAS KOSALA 5) Paten Sederhana 6) Video kegiatan 7) Publikasi pada media massa SOLOPOS.</p> <p> </p> <p>Kata kunci: pendampingan, pendapatan, produktivitas, usahan makanan</p> <p> </p> <p><em>The COVID-19 pandemic for 2 years has had an economic and social impact from the laying off of industrial workers to become completely uncertain, the work done by some of them has returned to being farmers, casual daily laborers, by being laid off employees have lost their livelihoods which also has an impact on the income they receive. In terms of financial income, it is unstable after being laid off, even though some have severance pay, it is enough to meet consumption needs. At first they were used to having a certain income every month which became unstable and uncertain, but this did not discourage the mothers who were members of the "SSG 117" MSME because after not working they started to think about how to survive despite the situation. Uncertainty actually became a trigger for independent entrepreneurship with a variety of sausages, bakwan, risol, lumpya and sakura tofu. The problem is that there are no appropriate technological machines that support production every day, currently production is carried out manually and traditionally. The aim of the program is to increase skills that support productivity and can increase the income of "SSG 117" MSMEs and their families and the surrounding community. It is hoped that this program will be on a scale National will increase regional per capita income. The solutions offered in this activity include 1) Application of Appropriate Technology, 2) Training on Packaging and Packing Labeled Products 3) Online Marketing Management Training 4) Financial Management Training. This activity involves students as support for the MBKM program. Expected outputs 1) Increased production so as to increase income 2) Products have the latest packaging and labels 3) Increased knowledge of online marketing 4) Improved financial administration 5) Publication in the ABDIMAS KOSALA Journal 5) Simple Patents 6) Activity videos 7) Publication in Bengawan news online mass media.</em></p> <p> </p> <p><em>Keywords: accompaniment, food business, income, productivity</em></p> <p> </p> 2024-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/akj/article/view/301 APLIKASI AKUPRESURE DAN PEMBERIAN AROMATERAPI PADA WANITA MENOPAUSE SINDROM DENGAN INSOMNIA 2023-12-15T06:52:39+00:00 Listina Ade Widya Ningtyas listinaade23@gmail.com Ni Made Widhi Gunapria Darmapatni ade.widya23@gmail.com <p>Insomnia dapat meningkat seiring bertambahnya usia dan adanya masalah reproduksi pada wanita. Masa transisi menopause pada wanita mengalami gangguan Insomnia yang kemudian dianggap sebagai gangguan hiperarousal, dimana beberapa domain psikofisiologis termasuk <em>Autonomic Nervous System</em> (ANS) yang terlalu aktif, berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular (CV). Insomnia yang berkaitan dengan transisi menopause dipengaruhi oleh sistem hormonal terkait yaitu adanya perubahan peningkatan <em>Follicle-Stimulating Hormone</em> (FSH) dan penurunan estradiol yang menunjukkan adanya proses penuaan pada sistem reproduksi. Penatalaksanaan berupa aromaterapi dan akupresure dapat melepaskan neurotransmiter dan hormon yang menjadi penyebab meningkatnya berbagai komplikasi menopause pada wanita. Tujuan pemberian akupresure dan aromaterapi dapat meningkatkan produktivitas dan memperbaiki kualitas tidur. Pelaksanaan kegiatan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2023 di wilayah UPTD Puskesmas I Denpasar Barat. Hasil analisis Uji Wilcoxon skore PSQI (<em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em>) sebelum sesudah diberikan akupresure dan aromaterapi nilai Asymp.Sig.(2-<em>tailed</em>) &lt; 0,001, nilai <em>negative ranks</em> menunjukkan adanya penurunan nilai dari pre test ke post test sehingga dapat disimpulkan “ada perubahan nilai PSQI setelah dilakukan terapi akupresure dan aromaterapi”.</p> <p> </p> <p>Kata kunci: akupresure, aromaterapi, insomnia, menopause</p> <p> </p> <p><em>Insomnia may increase with age and the presence of reproductive problems in women. The menopausal transition period in women experiencing insomnia disorder is then considered a hyperarousal disorder, in which several psychophysiological domains including the Autonomic Nervous System (ANS) are overactive, potentially contributing to an increased risk of cardiovascular disease (CV). Insomnia related to the menopausal transition is influenced by the related hormonal system, namely changes in the increase in follicle-stimulating hormone (FSH) and a decrease in estradiol which indicates the aging process in the reproductive system. Management in the form of aromatherapy and acupressure can release neurotransmitters and hormones that are the cause of increasing various complications of menopause in women.</em><em> The purpose of giving acupressure and aromatherapy can increase productivity and improve sleep quality. The implementation of activities from May to July 2023 in the UPTD Puskesmas I area of West Denpasar. The results of the analysis of the Wilcoxon Test of PSQI score before after acupressure and aromatherapy are given Asymp.Sig value. (2-tailed) &lt; 0.001, the negative ranks value indicates a decrease in value from pre test to post test so that it can be concluded "there is a change in PSQI value after acupressure and aromatherapy therapy".</em></p> <p> </p> <p><em>Keywords: Acupressure, Aromatherapy, Menopause, Insomnia</em></p> 2024-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/akj/article/view/297 EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) BAGI SISWA TK ABA JATISARI 2023-12-15T07:06:08+00:00 Toni dzakiyaalda@gmail.com Dzakiya Alda Fuadiyah dzakiyaalda@gmail.com Erna Widyawati dzakiyaalda@gmail.com Elvitrah Nur Vinski dzakiyaalda@gmail.com Atika Zidan Ali dzakiyaalda@gmail.com Hasnah Shinta Pratiwi dzakiyaalda@gmail.com Nur Kamala Sari dzakiyaalda@gmail.com Rahmatria dzakiyaalda@gmail.com Rizky Najib dzakiyaalda@gmail.com Fayakun Nur Rohmah fayakun.nurrohmah@unisayogya.ac.id <p>Penerapan PHBS yang kurang baik dapat meningkatkan potensi terpaparnya penyakit menular pada anak di sekolah. Kejadian infeksi menular seperti diare dan ISPA yang sering terjadi pada anak-anak bisa didapatkan ketika anak-anak berada di sekolah. Program PHBS di sekolah diharapkan dapat dibiasakan sehingga proses belajar menjadi aman dan nyaman. Anak-anak membutuhkan role model dan pendampingan dalam ber-PHBS. Hal sederhana yang dapat dibiasakan mulai dari sekolahan hingga diterapkan di rumah adalah cuci tangan pakai sabun dan gosok gigi dengan benar. Faktanya, anak- anak belum memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan tangan dan giginya. Perlu adanya edukasi yang dikemas dalam proses pembelajaran melalui praktik cuci tangan pakai sabun dan gosok gigi dengan benar. Tim KKN UNISA Yogyakarta memberikan edukasi kepada murid TK ABA Jatisari Playen Gunungkidul. Teknik yang digunakan adalah demonstrasi yang diawali penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan tangan dan gigi. Selanjutnya siswa mempraktikkan langkah – langkah cuci tangan dan gosok gigi dengan benar. Hasilnya anak-anak mengerti tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan dan gigi, terlihat dari respon jawaban yang diberikan kepada anak-anak saat diberikan pertanyaan untuk mengevaluasi pemahaman. Saat praktik anak-anak juga sudah mampu mengikuti langkah cuci tangan dan gosok gigi dengan benar walaupun masih dibutuhkan bantuan. Diharapkan cuci tangan dan gosok gigi yang baik dan benar tidak hanya diterakan di sekolah tetapi juga di rumah dan lingkungan anak berada.</p> <p> </p> <p>Kata kunci : Cuci Tangan, Gosok Gigi, PHBS</p> <p> </p> <p><em>Poor implementation of PHBS can increase the potential for children to be exposed to infectious diseases at school. Incidents of infectious infections such as diarrhea and ARI which often occur in children can be found when children are at school. It is hoped that the PHBS program in schools can be used so that the learning process becomes safe and comfortable. Children need role models and assistance in practicing PHBS. Simple things that can be used from school to home are washing hands with soap and brushing teeth properly. In fact, children do not yet have the awareness to keep their hands and teeth clean. There needs to be education packaged in the learning process through the practice of washing hands with soap and brushing teeth properly. The UNISA Yogyakarta Community Service Team provides education to ABA Kindergarten students in Jatisari Playen Gunungkidul. The technique used is a demonstration that begins with an explanation of the importance of maintaining healthy hands and teeth. Next, students practice the steps to wash their hands and brush their teeth properly. As a result, children understand the importance of keeping their hands and teeth clean, as can be seen from the responses given to children when asked questions to evaluate understanding. During practice, children are also able to follow the steps to wash their hands and brush their teeth correctly, although they still need help. It is hoped that washing hands and brushing teeth properly and correctly will not only be implemented at school but also at home and in the child's environment.</em></p> <p> </p> <p><em>Key words: brushing teeth, washing hands, PHBS</em></p> 2024-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/akj/article/view/302 EDUKASI PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI MENUJU PERSALINAN YANG AMAN 2023-12-15T06:40:21+00:00 Made Widhi Gunapria Darmapatni madedarmapatni82@gmail.com Ni Wayan Aryani madedarmapatni82@gmail.com IGAA Novya Dewi madedarmapatni82@gmail.com <p>Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi(P4K) merupakan salah satu program yang menjadi prioritas sebagai upaya terobosan untuk percepatan penurunan AKI dan penting dilakukan untuk membantu keluarga membuat perencanaan persalinan yang baik dan menghindari risiko gangguan kesehatan pada ibu hamil, menyediakan akses pelayanan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal. Dalam pengabdian masyarakat ini memberikan solusi dalam mengatasi transfer pengetahuan yang menjadi basis sikap dan keterampilan P4K. Tujuan dari pengabdian ini adalah menganalisis perbedaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu hamil meningkat setelah diberikan edukasi dengan media <em>booklet</em>. Pengabdian telah dilaksanakan bulan Mei sampai Oktober 2023 di banjar banjar wilayah Puskesmas I Denpasar Timur. Sasaran adalah ibu hamil sejumlah 50 orang dengan menyebarkan kuesioner (<em>pre-posttest</em>). Hasil pengabdian ini menemukan terdapat peningkatan mean, median, nilai maksimun dan minimum pengetahuan, sikap dan paska edukasi 100% ibu hamil mampu melengkapi komponen P4K. Terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu hamil sebelum dan sesudah di berikan edukasi (p; 0,000). Tenaga kesehatan dalam melakukan edukasi dapat mengkombinasikan media yang ada untuk mengoptimalkan upaya transfer informasi bagi ibu hamil terutama dalam mempersiapkan ibu hamil menghadapi persalinan.</p> <p> </p> <p>Kata kunci: hamil, komplikasi, pencegahan, persalinan, P4K</p> <p> </p> <p><em>The Childbirth Planning and Complication Prevention (P4K) Program is one of the priority programs as a breakthrough effort to accelerate the reduction of MMR and is important to help families make good birth plans and avoid the risk of health problems for pregnant women, providing access to obstetric and neonatal emergency services. In this community service, it provides a solution to overcome the transfer of knowledge which is the basis of P4K attitudes and skills. The aim of this service is to analyze differences in knowledge, attitudes and skills of pregnant women before and after being given P4K education using booklet media.</em> <em>The service was carried out from May to October 2023 in the hamlets of the East Denpasar Community Health Center I area. The target is 50 pregnant women. Community service evaluation is carried out by distributing questionnaires (pre-posttest). The results of the service found an increase in the mean, median, maximum and minimum values ??for knowledge, attitudes and post-education. There is a significant difference in the knowledge and attitudes of pregnant women before and after education (p 0.000). Health workers provide education by combining existing media to optimize efforts to transfer information to pregnant women, especially in preparing pregnant women for childbirth.</em></p> <p> </p> <p><em>Keywords: childbirth, complications, pregnancy, prevention, P4K</em></p> 2024-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/akj/article/view/319 EDUKASI BUDAYA 5S (SENYUM, SAPA, SALAM, SOPAN, SANTUN) DALAM MENINGKATKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH 2024-01-26T03:42:02+00:00 Warsini Warsini warsinimulyono@gmail.com Budi Kristanto budikrist18@gmail.com Sri Aminingsih sriaminingsih830@gmail.com Tunjung Sri Yulianti tejeyulianti@gmail.com <p>Persoalan karakter merupakan suatu persoalan yang mendasar dan penting. Secara eksplisit pendidikan karakter merupakan amanat UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Permasalahan yang ada adalah banyak pihak yang menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal berdasarkan fenomena sosial yang muncul yaitu kenakalan remaja dalam masyarakat. Tujuan program meningkatkan karakter anak sehingga lebih baik melalui pembudayaan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) sehingga diharapkan sejak kecil anak-anak sudah tertanam karakter yang baik. Solusi yang ditawarkan meliputi edukasi tentang 5S dan penerapan budaya 5S selama jam sekolah berlangsung. Hasil kegiatan yang didapatkan adalah peningkatan pemahaman para siswa tentang budaya 5S. Luaran yang diharapkan adalah publikasi pada jurnal pengabdian kepada masyarakat nasional ber-ISSN.</p> <p> </p> <p>Kata kunci: anak sekolah, budaya, karakter, pendidikan, sikap</p> <p> </p> <p><em>The issue of character is a fundamental and important issue. Character education is explicitly mandated by Law No. 20 of 2003 concerning the National Education System which emphasizes that national education functions to develop abilities and shape the character and civilization of a dignified nation in order to educate the life of the nation and to develop the potential of students to become human beings who believe and are devoted to God. God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent and a democratic and responsible citizen. The problem that exists is that many parties are demanding an increase in the intensity and quality of the implementation of character education in formal education institutions based on emerging social phenomena, namely juvenile delinquency in society. The aim of the program is to improve children's character so that it is better through cultivating 5S (Smile, Greet, Greeting, Polite, Courteous) so that it is hoped that from childhood children will have good character instilled. The solutions offered include education about 5S and the implementation of 5S culture during school hours. The results of the activities obtained were an increase in students' understanding of 5S culture. The expected output is publication in an ISSN community service journal.</em></p> <p> </p> <p><em>Keywords: </em><em>attitude, </em><em>character, culture, education, children</em></p> 2024-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/akj/article/view/296 BIMBINGAN YOGA DAN TOTOK WAJAH UNTUK MENCEGAH BABY BLUES DAN DEPRESI POSTPARTUM DI UPTD DINAS KESEHATAN I KECAMATAN DENPASAR TIMUR 2023-12-15T06:39:10+00:00 Ni Komang Yuni Rahyani rahyaniyuni1@gmail.com Ni Komang Erny Astiti bunikyuni73@gmail.com <p>Rekomendasi WHO terkait asuhan nifas mencakup dukungan psikososial untuk mencegah depresi <em>postpartum</em>. Pemahaman dan pelibatan anggota keluarga terkait <em>baby blues </em>dan depresi <em>postpartum </em>sangat dibutuhkan. Media edukasi yang tepat dan sederhana juga perlu disiapkan sehingga memudahkan penyampaian pesan kepada sasaran. Tujuan pengabdian adalah membimbing ibu hamil dan ibu nifas di UPTD Dinas kesehatan I Kecamatan Denpasar Timur upaya mengenal dan tatalaksana <em>baby blues </em>serta depresi <em>postpartum</em> melalui yoga dan totok wajah. Metode pengabdian adalah dengan melakukan bimbingan dan pendampingan pada ibu hamil Trimester III akhir sampai masa postpartum minggu keempat. Untuk mengamati dampak atau efek dari kegiatan bimbingan tentang yoga dan totok wajah melalui kelas ibu hamil. Sebelum diberikan bimbingan, ibu hamil diberikan pretest, selanjutnya dilakukan demonstrasi oleh pengabdi dan bidan di puskesmas tentang yoga dan totok wajah. Media yang digunakan adalah lembar balik tentang yoga dan totok wajah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan sejak Juli sampai September 2023. Luaran wajib berupa media lembar balik dan sertifikat hak kekayaan intelektual, serta luaran tambahan berupa publikasi hasil pengabdian pada jurnal pengabmas nasional. Hasil yang diperoleh, responden yang dilibatkan sejumlah 28 orang ibu hamil trimester III akhir. Berdasarkan karakteristik responden rata-rata berusia 25,71 tahun, sebagian berpendidikan menengah (18 orang/64,29%), riwayat kehamilan adalah multigravida (16 orang/57,14%) dan sebagian besar responden (25 orang/89,29%) tidak mengalami komplikasi selama proses kehamilan sampai nifas. Hasil skor <em>posttest</em> dan <em>pretest</em> yoga menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (<em>p-value</em> &lt;0,000). Skor depresi postpartum pada postest mengalami penurunan secara signifikan (p&lt;0,000) jika dibandingkan dengan skor <em>pretest</em>. Upaya mengenal tanda gejala <em>baby blues</em> dan depresi <em>postpartum</em> perlu dilaksanakan secara kontinyu dan inovatif. Upaya bimbingan yoga dan totok wajah yang memberikan efek relaksasi serta mudah dilaksanakan sebagai alternatif utama.</p> <p> </p> <p>Kata kunci: <em>baby blues</em>, depresi postpartum, totok wajah, yoga</p> <p> </p> <p><em>WHO recommendations regarding postpartum care include psychosocial support to prevent postpartum depression. Understanding and involving family members regarding baby blues and postpartum depression is needed. Appropriate and simple educational media also need to be prepared so that it makes it easier to convey the message to the target. The aim of the service is to guide pregnant and postpartum mothers at UPTD Dinas Kesehatan I Kecamatan Denpasar Timur, in efforts to recognize and treat baby blues and postpartum depression through yoga and facial acupressure. The service method is by providing guidance and assistance to pregnant women in the third trimester until the fourth week of postpartum. To observe the impact or effects of guidance activities on yoga and facial acupressure through classes for pregnant women. Before being given guidance, pregnant women are given a pretest, then a demonstration is carried out by community health workers and midwives at the community health center about yoga and facial acupressure. The media used are flip sheets about yoga and facial acupressure. Service activities will be carried out from July to September 2023. Obligatory outputs are in the form of flip media and intellectual property rights certificates, as well as additional outputs in the form of publication of service results in national community service journals. The results obtained were that the respondents involved were 28 pregnant women in the final third trimester. Based on the characteristics of the respondents, the average age was 25.71 years, some had secondary education (18 people/64.29%), pregnancy history was multigravida (16 people/57.14%), and the majority of respondents (25 people/89.29 %) did not experience complications during pregnancy until postpartum. The results of the yoga posttest and pretest scores showed a very significant difference (p-value &lt;0.000. The postpartum depression score in the posttest decreased significantly (p&lt;0.000) when compared with the pretest score. Efforts to recognize the signs of baby blues and postpartum depression need to be carried out carefully. continuous and innovative. Yoga guidance and facial acupressure efforts which provide a relaxing effect and are easy to implement are the main alternative.</em></p> <p> </p> <p><em>Keywords: baby blues, postpartum depression, yoga, facial acupressure</em></p> 2024-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat